Baca

Baca

Jumat, 01 Januari 2016

"People of The Book: Kisah Perjalanan Hagaddah Sarajevo"


Candra Kusuma

Saya suka membaca. Salah satu tema yang saya suka adalah buku atau novel yang bercerita tentang buku: sejarah buku, kegilaan pada buku, atau bahkan kebencian sebagian orang pada buku. Semacam itulah.

Dalam suasana pergantian tahun dari 2015 ke 2016 ini saya baru saja selesai membaca sebuah buku –tepatnya novel-- tentang buku. Judulnya “People of the Book.” Penulisnya Geraldine Brooks. Buku ini diterjemahkan tahun 2015 oleh Gramedia. Judulnya aslinya sama, dan diterbitkan Viking tahun 2008. Geraldine Brooks sendiri bukan penulis biasa. Dia adalah pemenang Pulitzer (untuk karya fiksi) tahun 2005 atas novelnya yang berjudul “March.”

-----
Novel ini diangkat dari kisah nyata tentang ditemukannya kembali sebuah Hagaddah di Bosnia pada tahun 1996. Hagaddah atau kodeks kumpulan doa-doa kuno dalam agama Yahudi, mungkin serupa Mazmur dalam Kristen. Tapi ini bukan sembarang Hagaddah, karena berdasar hasil penelitian kemudian, diduga Hagaddah tersebut dibuat pada sekitar tahun 1400-an. Menjadi unik karena Hagaddah ini dihiasi dengan ilustrasi atau gambar manusia dan makhluk hidup yang kaya ornamen dan warna. Padahal, keyakinan dan budaya bangsa Yahudi masa itu melarang penggunaan ilustrasi makhluk hidup baik dalam buku, pakaian atau bangunan. Mirip dengan ajaran yang sama dalam Islam.



(Hagaddah Sarajevo yang asli di The National Museum of Bosnia and Herzegovina)

Dari hasil penelitian terhadap bahan-bahan, teknik pembuatan, gaya penulisan, catatan, serta kandungan kimia dan organik lain yang ditemukan dalam Hagaddah, kemudian diduga bahwa perkamen atau kodeks tersebut telah melalui perjalanan yang panjang. Tergambar bagaimana pasang surut dan saling berkelindannya hubungan antar penganut tiga agama samawi --Yahudi, Kristen dan Islam—, dan juga antar bangsa: Moor, Italia, Spanyol, Jerman, Austria, Serbia, Bosnia, Israel, dll.

Hagaddah tersebut adalah penyintas dari sejarah kelam peradaban manusia selama 600 tahun: konflik, perang, sensor, ikonoklasme, bibliosida, librisida, dan penjarahan. Diduga Hagaddah tersebut telah selamat dari pengusiran bangsa Yahudi dari Tarragona – Spanyol di akhir 1400-an, pembakaran buku yang dilakukan lembaga sensor pada Inkuisisi Spanyol di Venesia – Italia tahun 1600-an, perampokan karya seni dan antik oleh NAZI di Wina – Austria tahun 1940-an, dan terakhir konflik Balkan yang menghancurkan Bosnia tahun 1990-an.

Dari temuan dan dugaan itulah Geraldine Brooks kemudian merangkai kisahnya. Saya tidak akan cerita banyak soal novel bagus ini, khawatir justru mencuri keasikan pembaca berikutnya. Tapi sungguh, buku ini memang asik dibaca…

-----
Selain Pulitzer, Geraldine Brooks juga memperoleh penghargaan Australian Publishers Association's Literary Fiction Book of the Year for “People of the Book” (2008); Peggy V. Helmerich Distinguished Author Award (2009); Dayton Literacy Peace Prize Lifetime Achievement Award (2010). Karya fiksinya yang lain diantaranya: “Year of Wonders (2001); “Celeb’s Crossing” (2011); “The Secret Chord” (2015). Karya non-fiksi: “Nine Parts of Desire: The Hidden World of Islamic Women” (1994); “Foreign Correspondence: A Pen Pal's Journey from Down Under to All Over” (1997); “Boyer Lectures 2011: The Idea of Home (or "At Home in the World")” (2011).

-----
Membaca novel ini sepertinya juga mengajak untuk kembali membaca buku (atau menonton film) tentang kisah-kisah yang mengikutinya. Teringat “The Merchant of Venice” karya William Shakespeare, yang mengisahkan tentang kehidupan bangsa Yahudi di Venesia masa itu. Kisah itu sudah di-film-kan dengan judul sama pada tahun 2004, yang dibintangi oleh Al Pacino.

Terbayang pula kisah kekejaman Inkuisisi Spanyol yang menjadi lembaga pemeriksa keimanan dan sensor untuk mencegah bidah di kalangan Kristen –korbannya antara lain Joan of Arc dan Galileo--, sekaligus mendorong terjadinya konversi (perpindahan agama, yang sebagian besar karena paksaan) dari kalangan Yahudi dan Islam ke Kristen, khususnya di kawasan Alhambra - Granada dan wilayah kekuasaan bangsa Eropa lainnya. Juga teringat sejumlah buku tentang pembakaran buku dan perpustakaan akibat konflik agama dan perang maupun kebencian lainnya (diantaranya lihat "Librisida, Bibliosida dan Mengapa Buku Dibenci").

-----

Catatan: Khusus bagi yang berminat melihat konteks dari novel ini, beberapa sumber ini mungkin dapat menjadi referensi:
  • Hagaddah Sarajevo: http://www.haggadah.ba/?x=1; http://www.croatianhistory.net/etf/hagg.html
  • Lamb, Sidney (Ed.) (2000). Shakespeare’s The Merchant of Venice. IDG Books Worldwide, Inc., Canada.
  • TV serial “The Merchant of Venice” (1980) http://www.imdb.com/title/tt0081152/
  • Film “The Merchant of Venice” (2004) http://www.imdb.com/title/tt0379889/
  • Rawlings, Helen (2006). The Spanish Inquisition. Blackwell Publishing, Massachusett.
  • Homza, Lu Ann (2006). The Spanish Inquisition 1478-1614: An Anthology of Sources. Hackett Publishing Company. Inc., Indianapolis.
  • Bald, Margaret (2006). Literature Suppressed on Religious Grounds. Revised Edition. Facts On File, Inc., New York.
  • Cavarale, Giorgio (2011). Forbidden Prayer: Church Censorship and Devotional Literature in Renaissance Italy. Translate by Peter Dawson. Ashgate Publishing Limited, Gloucestershire.
  • Jackson, Gordon S. (2015). Christians, Free Expression, and the Common Good: Getting Beyond the Censorship Impluse. Lexington Books, London.
  • Fishburn, Matthew (2008). Burning Books. Palgrave Macmillan, New York.
  • Polastron, Lucien X. (2004). Books on Fire: The Destruction of Libraries throughout History. Inner Traditions, Vermont.
  • Baez, Fernando (2013). Penghancuran Buku Dari Masa ke Masa. Penerjemah : Lita Soerdjadinata. Margin Kiri, Tanggerang Selatan. Buku ini terjemahan dari A Universal History of the Deconstruction of the Book: From Ancient Sumer to Modern Iraq (2004).
  • Knuth, Rebecca (2006). Libricide: The Regime-sponsored Destruction of Books and Libraries in the Twentieth Century. Praeger Publishers, Connecticut.
  • Knuth, Rebecca (2006). Burning Books and Leveling Libraries: Extremist Violence and Cultural Destruction. Praeger Publishers, Connecticut.
  • Wilson-Smith, Timothy (2008). Joan of Arc: Maid, Myth and History. The History Press, Gloucestershire.
  • Harrison, Kathryn (2014). Joan of Arc: A life Transfigured. Doubleday, New York.
  • Bucciantini, Massimo, Michele Camerota dan Franco Giudice (2015). Galileo’s Telescope: A European Story. Translated by Catherine Bolton. Harvard University Press.
  • Feldhay, Rivka (1995). Galileo and the Church: Political Inquisition or Critical Dialogue. Cambridge University Press, New York.
  • Nicholas, Lynn H. (1995). The Rape of Europa: The Fate of Europe’s Treasures in the Third Reich and the Second World War. Vintage, New York.
  • Aalders, Gerard (2004). Nazi Looting: The Plunder of Dutch Jewry During the Second World War. Translated by Arnold Pomerans with Erica Pomerans. Berg Publishers, Oxford.


Tidak ada komentar: